Realita

Aku adalah pemuja apa adanya, bukan Karena tingkat spritualitasku, tetapi Karena bertengkar dengan kenyataan hanya akan menyakiti Aku.

Dalam pengelolaan keuangan, realita jarang ada di pihak Saya. Pas lagi pas-pasan banget, disitulah mesin cuci rusak 🙄, lalu uang sekolah anak mesti dibayar dua bulan sekaligus, lalu plafon ada yang bocor, dan di Saat yang sama pajak mobil udah harus dibayarkan.

Dan di Saat-saat seperti ini yang harus dilakukan adalah nangis sesunggukan di pojok dapur atau bernyanyi? Saya yakin pertanyaan polling seperti ini hanya ada di blog Saya 🤭🤭. Saya pilih bernyanyi.

Hadapi dengan senyuman, semua yang terjadi biar terjadi. Hadapi dengan tenang jiwa, semua ‘kan baik-baik saja.

Dewa 19

Saya sama sekali bukan fans bang Ahmad, Saya merasa perlu meluruskan Hal tersebut. Prinsipil soalnya. Tetapi lirik lagu itu sungguh tepat diaplikasikan Saat Kita sedang menghadapi realita yang Tak terlalu Manis. Dengan tenang jiwa, jalan keluar akan terlihat. Just like that 90ies song:

I can see clearly now the rain is gone

I can see all obstacles in my way

Jimmy Cliff

Realita-nya, hidup akan selalu memberi kejutan, bernyanyilah sayang, dan bersyukur bahwa tidak ada yang permanen dalam hidup Kita, suka duka akan selalu bersama Kita hingga akhir waktu.

Cheers,

Karin Sabrina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s