Pujian

Besok Saya akan memulai satu gera’an baru di kantor: Normalisasi Pujian. Saya merasa di lingkungan kerja, atau di lingkaran sosial Saya, tindakan memuji ataupun menerima Pujian sangat sangat jarang dilakukan, padahal siapa sih yang ga suka dipuji ya kan?

Pengalaman Saya, ketika Saya “randomly” memuji seseorang, dibilanglah Saya lagi ada maunya, atau dituduhlah Saya mengejek. Kira Kira seperti ini: “Hai bu, cantik banget loh Hari ini// hahayyy gosah ngejek gitulah.. (tapi ketawa seneng sii); Halo bu, apa sih rahasianya biar bisa semanis Ibu? // Hahaha.. bisa Aja Kamu, mau minta apa ini?

Begitulah.. Saya Juga kurang paham, ntah bagaimana ceritanya, kok bisa bisanya Hal-hal yang Manis dan enak didengar seperti memuji seseorang ntah Untuk penampilannya atau Untuk kerapian atau apalah… menjadi Hal yang tidak “biasa”. Sejak kapan Pujian menjadi sama dengan “ada maunya” atau malah mengejek?

Lah kalo Saya dibilang cantik gimana reaksinya? Oh ya senenglah! Saya biasanya akan langsung mengucapkan ow..terimakasih, udah dari sananya sih Saya begini , ini Juga udah banyak berkurang. 😁😁😁😁😁

Salam, semoga Kita semua menebar kebaikan-kebaikan kecil di sekitar Kita.

Karin Sabrina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s