Unplug 2

Sudah dua minggu saya un-install FB dari telepon pintar saya, dan, saya baik baik aja. Yaa .. hari pertama kedua emang masih ada rasa ingin tahu yang besar, apa yang terjadi.. apa yang di posting oleh teman teman saya, apa yang saya lewatkan… Dan beberapa kali saya tergoda untuk install ulang aplikasi buatan bang Mark Zuckerberg ke telepon pintar saya karena memang membuka laptop hanya untuk memeriksa FB beneran “nggak banget” deh. Kombinasi rasa malas tingkat internasyional (haha!) dan juga niat untuk unplug dari FB ini, akhirnya membuat saya tidak masuk ke FB selama 14 hari!

Ketiadaan FB di telepon pintar saya membuat saya ‘terpaksa’ membaca LinkedIn (artikelnya bagus bagus banget, sangat inspiratif menurut saya), e-book yang ada di telpon , aplikasi resep masakan (saya nggak jago masak, masi kelas tukang masak ecek ecek dan pencapaian tertinggi saya adalah belum pernah ada yang sakit perut karena masakan saya), dan kalo bosen dengan aplikasi-aplikasi ituh, saya tulis ntahapa di evernote ( gara gara ini jadi pingin punya buku catatan cantik macem moleskin kawe tiga gitu hihi moleskin yang ori mehong bow). Saya juga bisa menyelesaikan membaca beberapa buku, dan ย lebih fokus membereskan revisian makalah saya.

Tidak melihat kebahagiaan orang lain yang berserak di wall FB juga membuat saya lebih tenang (keliatan banget yang sirik itu yah hehehe), ya mungkin itu yang disebut kecemburuan sosial karena FB. Ya membaca dan melihat postingan berbahagia dari temen temen di saat saya lagi ngga bahagia itu rasanya sangat ga enak deh, kayak sup ayam kebanyakan kapulaga, nasi goreng kebanyakan garam, kayak jogging pagi pake sepatu basah.iiihhhh. kayak.. yah pokoknya ga enak gitu. Selama dua minggu ini tidak melihat kebahagiaan dan keberhasilan teman teman saya juga membuat saya tidak membanding bandingkan diri dengan mereka. Saya ingat pernah membaca ntah dimana, membandingkan diri dengan orang lain adalah alasan utama mengapa media sosial bisa menjadi sangat tidak sehat untuk orang orang yang rapuh jiwanya seperti saya.. Memang saya tidak lupa bahwa si ini liburan ke jepang, si itu liburan ke maldives, si ini-itu liburan ke raja ampat, si ini baru beli tanah di daerah sono, si ini masuk rumah baru, tetapi ingatan-ingatan semacam itu tidak mengigit, tidak membuat saya merasa sirik. Mungkin itu maksud dari ucapan mata adalah jendela jiwa, ketika saya tidak melihat hal hal itu, jiwa saya lebih gembira.

Saya ngga sadar dan sungguh ngga ingin menghitung berapa banyak waktu yang sudah saya buang selama ini dengan melihat lihat laman di FB, rasanya sia sia banget gitu, waktu yang terbuang itu bisa saya gunakan untuk hal hal yang jauh lebih positif. Tapi ya sudahlah, nasi sudah menjadi rengginang, untuk apalah di omongin lagi. Tiga hari ini saya juga sudah mulai olahraga! Saya memilih jogging karena itu yang menurut saya itu yang paling gampang dilakukan dan sekarang ini rasanya .. kaki mau patah.. urrghhh.. tapi tak apa.. biasa itu, apapun yang baru rasanya pasti sedikit tidak nyaman. no pain no gain baby. hehhe..

Ps. Akan saya update tentang kebiasaan jogging rutin ini secara berkala. Kala sempat dan ingat untuk tulis update nya hihihi. Sudah terlalu sering rencana rutin olahraga saya mangkrak setelah Sebulan di lakukan… ย ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s