Happy

Pernah merasa, agak ragu untuk datang ke satu acara,  lalu setelah dateng ke acara itu malah merasa: eh untung tadi jadi dateng ke sini, seru juga acaranya.  Perasaan itu yg saya alami tadi malem, diundang ke acara forever young toast master club, Sama senior yg lebih muda dari Saya di kampus πŸ˜‚πŸ˜‚, sebut saja namanya Z 😁😁. 

Itu pertama kali saya datang ke acara toast master,  udah lama banget denger soal club ini, tapi baru kemarin tertarik untuk ikut. Club ini memfasilitasi siapapun yang ingin belajar bicara di depan umum dengan bahasa inggris. Ada pembicara yang membawakan ‘prepared speech’ berdurasi 4-6 menit, ada juga pembicara yg diminta melakukan ‘impromptu speech’, presentasi berdurasi 1-2 menit yang di lakukan tanpa persiapan apa apa, panitia mengajukan pertanyaan sesuai thema,  lalu kita menjawab dalam bentuk presentasi pendek. 

Ada petugas ‘ah counter’ yang menghitung berapa kali pembicara mengatakan aah, mmm, tsk, repetitive words, ya intinya menghitung hal- hal yang membuat presentasi kita kurang efektif.  Ada pula ‘grammarian’, tentu dari namanya sudah jelas dia petugas yang mengatur makanan..  Eh Salah.. Tata bahasa..  πŸ˜πŸ˜πŸ˜, lalu ada time keeper yang di lengkapi kotak canggih berlampu,  jika kita sudah memakai separuh dari alokasi waktu yg sudah diberikan pada kita, lampu hijau menyala,  jika waktu kita hampir habis,  lampu kuning,  dan ketika lampu merah menyala itu artinya sudah terlalu banyak kita bercakap. 

Dan petugas yg lain ( iya banyak loh petugas yg terlibat)  adalah  evaluator, mereka bertugas mengevaluasi pembicara yg melakukan prepared speech. Lalu ada general evaluator yg bertugas melakukan assessment terhadap keseluruhan acara.  Acara di mulai jam 6.15 pm, selesai sekitar 8.30 pm, Karena ada jeda 20 menit untuk buka puasa dan sholat. 

Thema acara tadi malam: happiness, and indeed it was a happy place, πŸ˜„πŸ˜„ I can see all the happy faces at the end of the meeting. Even the restaurant titled share happy πŸ˜„πŸ˜„, such a sweet coincidence.  

Kecuali makanannya ( Saya pesen nasi goreng spesial yg tak terasa spesial) dan minumannya, o em jii..😰😰 gelas teh nya langsing dan kecil, πŸ˜› apa sih sulitnya menyediakan gelas besar yg layak untuk minuman semurah ‘teh tanpa gula’ iya kan? Saya juga pesan hot dark chocolate premium, yang berdasarkan judul saya udah membayangkan rasa chocolate sejati dengan sedikit rasa pahit di ujung lidah,  ternyata yang dateng…  Ntahlah.. Pokoknya sangkin manisnya saya ga sanggup menyelesaikan secangkir..  minuman yang katanya cokelat premium itu. Pfft..  Premium.. Selain hal hal penting ituh, ( food and beverages) Acara tadi malam menyenangkan.  Sedikit riuh untuk selera saya Hehe, tetapi tetap menyenangkan.  

Kesimpulan dari tulisan hari ini adalah,  do not judge an event from its food and beverages πŸ˜‚πŸ˜πŸ˜ Karena suasana yang hangat dan akrab bersama orang yang belum pernah kita Kenal sebelumnya itu Lebih sulit didapat daripada tempat makan enak.  

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s