Rambut

Di satu malam yang panas, karena cuaca yang panas tentu saja,  bukan karena ada hal hal yang ‘patut dicurigai’ , seorang teman yang punya suara bagus, Windha Zulhernanda namanya, mengirimkan foto ini ke group WA:

Foto yang berasal dari dua zaman berbeda, zaman cepak ganteng di semester satu, zaman rambut sebahu bergelombang di semester dua. lengkap dengan caption seperti ini: woiii,  liat dulu temen kita inih,  kesambet apa sampe bisa berubah drastis ginih. 😂😂😂

Setelah satu dekade berambut cepak, sejak 6 bulan lalu, saya memutuskan untuk memanjangkan rambut kembali, untuk alasan yang sangat sangat personal.

Awalnya semua teman tidak yakin saya akan betah memanjangkan rambut, terutama temen di salon yang selama 6 tahun terakhir ngegunting rambutku. “yolooo maaak, yakin mau manjangin rambut? nyebelin banget loh di awal awal, bentuknya ga jelas, mau di iket ga bisa, mau di biarin sebel liat bentuknya, yakin mak? // Yaa, coba ajalah . Toh rambut, selalu tumbuh,  kalo nanti sebel banget ya tinggal di potong.

Dan memang sulit, duh di awal awal belum bisa di iket, masih gondrung; gondrong tanggung, rasanya memang sangat menggoda untuk potong rambut ala ibuk Angela Markel lagi, tapi kok rasanya cemen banget sik, untuk memanjangkan rambut aja udah nyerah gimana menghadapi masalah masalah hidup yang berkepanjangan dan tidak akan habis hingga akhir hayat gitu kan?

Lalu saya tetap memanjangkan rambut, dan karena rambut saya termasuk kaum ‘wavy’.. ya semakin aneh wajah ini, untuk masalah poni atau tidak berponi pun cukup menjadi polemik yang berkepanjangan untuk saya.

Saya ingin berponi, tetapi itu artinya mesti rajin mencatok poni supaya lurus dan tidak ‘wavy’ karena menurut saya sudah kodratnya poni itu mesti lurus, saya pernah lihat sih poni keriting nya Alicia Keys, tapi itu Alicia Keys, mau digimanain juga ya dia Alicia Keys. Mencatok poni setiap hari jelas bukan hal yang  bisa saya lakukan, jangankan mencatok rambut, menyisir rambut saja hampir tak pernah. Yang paling menyenangkan dari berambut cepak adalah kita akan selalu tampak rapi mulai dari bangun tidur sampe tidur lagi. Tak perlu kesulitan mencari iket rambut karena tidak ada yang perlu di ikat, kita cukup ‘menyisir’ rambut dengan jari tangan (karena kalo pake jari kaki pasti sangat sulit), dan pemakaian shampoo juga akan sangat irit. Dan akhirnya saya putuskan untuk tidak berponi! 

Ketika rambut saya sedikit lebih panjang dan mesi dirapikan, saya dateng ke salon teman dan dia yang: oemjiii.. serius mak manjangin rambut?! wow bisa juga yaa! Dan saya cukup kaget ketika rambut saya selesai digunting, dia mengambil blower dan mulai mengeringkan, sambil membentuk rambut sayah.. woohh… ada sesi di ‘blow’  sekarang? hihihi.. karena selama bertahun tahun, setiap kali selesai cukuran ( iya pake cukur rambut loh), rambutnya cuma di keringin pake handuk, lalu pake tonik, lalu bayar, kasi tip dan dadah dadah. 

Saya paham sekarang kenapa ada yang bilang memanjangkan rambut itu adalah seni tersendiri, sulit dan butuh kesabaran tingkat propinsi. Dan sebagaimana seni pada umumnya, selalu membutuhkan konsistensi dan keteraturan agar kita bisa menguasai seni tersebut dengan baik. tsaah… 

Dan apakah sekarang saya merasa rambut cepak itu jelek? ya nggaklah.. perempuan berambut cepak selalu indah di mata saya, hmm ralat deh.. perempuan dan laki laki juga deng, mau rambutnya pendek, botak atau panjang asal berpenampilan rapi dan wangi, akan selalu indah dimata saya.

Penampilan rapi itu buat saya sama dengan menghargai diri sendiri dan juga orang lain. Dibutuhkan usaha untuk berpenampilan rapi, mau apapun jenis rambut kita. Badan ini juga pasti akan berterimakasih kalo kita sayangi dengan tampil bersih, rapi wangi. Kalo diri sendiri aja kita ngga sayangi sepenuh hati, bagaimana orang lain akan percaya saat kita bilang cinta dan sayang dan rindu dan ingin bertemu? hihihik. 😝😝😝😁

Masalah hidup yang bercubi cubi, sebaiknya juga dihadapi dengan penampilan yang bersih, rapi dan wangi. Memang sih masalah hidup seperti tagihan listrik, tipi kabel dan internet, uang sekolah, publikasi tulisan ilmiah dan segudang masalah lain tidak akan berkurang hanya karena kita berpenampilan rapi bersih wangi. Te.ta.pi setidak tidaknya, dengan kondisi rapi bersih wangi, kita ada dalam kondisi maksimal untuk mendapat solusi jitu untuk membereskan masalah tadi.

Salam rapi bersih wangi. 

😊 😊 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s