Kuda

Mungkin kalo ada yang memberitahu saya pada tanggal 1 Januari 2016, bahwa saya akan mengalami masa-masa paling sulit, paling mengecewakan, paling menguras air mata sekaligus masa yang paling penuh berkat, penuh cinta  dan banyak  kesempatan baru bagi saya sepanjang tahun 2016 , saya ngga tahu harus berbuat apa .. Tapi hampir pasti agak ditabok juga yang memberi tahu itu, hanya sekali naboknya tapi agak keras!  Tahun 2016 kemarin .. ampun dije .. pecah pala barbie!

Tapi, hidup tak pernah memberi tahu kita  apa yang akan terjadi, tidak ada bocoran kisah hidup, tak ada kisi kisi yang diberikan di awal tahun misalnya sebuah email yang dikirim dan bertuliskan:  Jadwal kejadian dalam kehidupan karin 2017. Hidup tidak punya berita acara, tidak ada ‘run down’ . Semua yang PERLU terjadi pada kita, akan terjadi. Dan apapun yang terjadi, selama kita masih punya nafas kehidupan maka kita MASIH TERMASUK dalam kategori orang orang beruntung.

Tidak ada yang tahu dengan pasti cara terbaik dalam menghadapi segala persoalan hidup, tidak ada yang bisa mengajari atau menggantikan kita menjalani hidup yang berharga ini.

Di salah satu buku favorit saya Eat, Pray, Love; Elizabeth Gilbert menggambarkan hidup seperti pemain sirkus yang berdiri diatas dua ekor kuda sekaligus. Kuda yang satu adalah nasib ( hal yang tidak bisa kita kontrol), kuda yang lain adalah  pikiran kita, pilihan pilihan yang kita buat dalam hidup ini ( sekaligus bagaimana kita merespon nasib ) . Hidup kita tidaklah 100% hanya menjalani takdir, bukan pula 100% berjalan sesuai pikiran kita sendiri.

Keren ya fotonya..

Ya selalu ada dua kuda dibawah kita, akan selalu ada Hal Hal yang tidak bisa kontrol ,  dan Sekaligus akan selalu ada pilihan pilihan dalam menghadapi kejutan kejutan besar dan kecil dalam kehidupan.  Kita tidak bisa mengatur apa yang harus diposting teman teman kita di fb. Tapi kita bisa dan harus memilih lingkaran sosial mana yang kita ikutin baik di dunia medsos maupun di komplek perumahan. Kita tidak bisa mengatur tentang pendapatan dan kenaikan gaji (apalagi status kita di kantor ambigu, karyawan tetap bukan, honorer bukan, freelance pun bukan.. mm kerja di mana sik? cari tempat lain lah kalo segitunya  hehe),  tetapi kita bisa dan HARUS bisa  mengatur pengeluaran kita. Kita tidak bisa memaksa orang lain mencintai kita tetapi kita bisa belajar untuk selalu menghargai orang -orang terdekat kita..

Kita tidak  tahu jalanan mana lagi yang akan dihancurkan oleh galian drainase tapi kita selalu bisa memilih Lagu2 yang membuat kita tetap tenang dan keren jika terjebak macet yang menggila di kota medan ini..

Setelah tahun 2016 yang begitu mengharu biru bagi Saya.. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di tahun 2017. Takut?  Pastilah.. Tapi Saya bersyukur Saya masih ada di sini. Masih bisa nulis ditemenin kopi sidikalang yang wangi,  masih bisa bersama Sama dengan semua orang yang Saya cintai. .

Hello 2017,  my name is karin, nice to meet you. I’m sure you brought me lots of joy and sorrow,  love and pain, grace and forgiveness.  I’m ready for everything,  just be gentle with me Okey?

To everyone,

Keep calm and ride these two horses with style. 😎

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s