Cinta 

Cinta adalah… Issh… Sungguh awalan artikel yg terlalu pasaran..  Dan terasa sangat sangat sok tau.. Siapa Saya gitu Kan sok sok mengartikan cinta, pengalaman dalam percintaan pun belum banyak,  baru dua kali patah Hati Karena cinta.. Dua kali! Memang sih sakitnya ampun deh.. Tapi ya dua kali tetaplah dua kali. Secara statistik Saya jelas tidak layak untuk mengartikan cinta. 

Tetapi meski miskin pengalaman patah hati,  Saya rasa tak ada salahnya Saya menulis artikel berjudul cinta. Karena ga ada judul lain yang Lebih indah untuk memulai tahun yang baru.. 

He? Cinta ya cinta..  patah Hati ya patah Hati… Hihi..  ya menurut Saya sih jika kamu belum pernah mengalami patah Hati, belum pernah nangis sesenggukan berhari hari, belum pernah merasa benci yang amat sangat bersamaan dengan ingin memaafkan, merasakan penyesalan yang bikin sesak nafas berbarengan dengan rasa syukur Karena hubungan cinta yang telah berakhir..  jika belum pernah merasakan hal hal yang Saya sebutkan tadi, ya artinya kamu belum pernah jatuh cinta.. Baru suka suka jambu aja… Hehe.. 

Butuh keberanian besar untuk mencintai seseorang,  Karena ketika kita menjatuhkan Hati kita pada seseorang,  tidak pernah ada yang bisa menjamin orang itu juga akan menjatuhkan hatinya pada kita. Percayalah kawan,  cinta bertepuk sebelah tangan itu Lebih kecut dari jeruk nipis campur cuka. Belum lagi ketika kita jatuh Hati pada orang yg Salah, pemahaman Saya tentang orang yang Salah: “orang yg tidak menghargai kita yg sudah mencintai nya”, ini rasanya empedu campur bunga Kates banget,  pahiit banget banget deh.. 

Butuh keberanian untuk mencintai seseorang,  Karena ketika si abang itu membalas dengan cinta juga, kita sering “dinasehati” Agar Kalo mencintai itu jangan 100% lah.. Cukup 70%, jadi Kalo gagal kita ngga sakit sakit kali,  paling meriang meriang jambu deh… Atau ah? Sewrious kau sama abang itu? Apa kerjanya?  pilih kek yg naik 1300 cc. Ntahapa kau. Dan tidak mudah menghalau nasehat yg bikin sesat ini, nasehat yg terasa begitu “bener juga sih”. 

Butuh keberanian untuk mencintai seseorang,  setelah patah Hati yang kedua,  ketiga dst….. Karena ketika Memulai lagi,  percaya lagi,  kita juga mesti berani menghadapi resiko kecewa lagi,  nangis lagi… 

Saya ingin memulai hari pertama di tahun 2017 ini dengan cinta. Mudah mudahan Saya tetap berani mencintai setulus Hati sepanjang hari ini, berlanjut ke sepanjang Minggu,  Bulan.. Dan pada akhirnya Saya melewati seluruh 2017 dengan cinta. Amen… 

Selamat Tahun Baru 2017! 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s